{"id":3032,"date":"2021-12-06T09:01:01","date_gmt":"2021-12-06T02:01:01","guid":{"rendered":"http:\/\/article33.or.id\/?post_type=berita&#038;p=3032"},"modified":"2026-09-18T09:05:54","modified_gmt":"2026-09-18T02:05:54","slug":"jawapos-inovasi-produk-umkm-jadi-kunci-tingkatkan-ekonomi-pasca-pandemi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/2021\/12\/jawapos-inovasi-produk-umkm-jadi-kunci-tingkatkan-ekonomi-pasca-pandemi\/","title":{"rendered":"[Jawapos] Inovasi Produk UMKM jadi Kunci Tingkatkan Ekonomi Pasca Pandemi"},"content":{"rendered":"<p><strong>JawaPos.com<\/strong> \u2013 Perekonomin nasional yang berangsur membaik harus ditopang oleh upaya pemerintah daerah dalam memulihkan ekonomi daerahnya setelah dihantam pandemi Covid-19. Inovasi bagi pelaku usaha menjadi kunci dalam mempertahankan bisnisnya.<\/p>\n<p>Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah menjelaskan pihaknya tidak menyalurkan jaring pengaman sosial dalam bentuk bantuan tunai, namun dengan mengembangkan produk buatan lokal. Dalam hal ini, Pemprov NTB memberi kesempatan kepada UMKM membuat produk dan dibeli oleh pemerintah, kemudian dibagikan ke masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cAda peluang kita menggunakan produk lokal. Akhirnya, meski masih dalam bentuk embrio, sekarang NTB beranjak bukan lagi pada komoditas tradisional, tapi industri pengolahannya mulai diperkenalkan,\u201d kata Zulkieflimansyah dalam sebuah webinar, Jumat (19\/11).<\/p>\n<p>Menurutnya, pihaknya mengajak agar masyarakat dapat menghasilkan produk inovatif dalam mengembangkan suatu bisnis yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Salah satunya, produk perikanan yang mudah busuk dapat bertahan lama jika menggunakan teknologi.<\/p>\n<p>\u201cIkan tidak semata dijual mentah karena nilainya menjadi rendah kalau busuk. Dicoba dengan teknologi sederhana, dikeringkan, diawetkan. Sehingga punya daya tahan yang lebih lama, begitu juga dengan produk lain,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Upaya Pemprov NTB dengan mengoptimalkan UMKM dimulai dari meningkatkan kepercayaan diri UMKM itu sendiri. Sehingga, nantinya produk lokal dapat menjadi kebangaan sendiri. \u201cContohnya tenun lokal, kelor, dan suplemen-suplemen yang dihasilkan. Saat ini UMKM yang terlibat dalam proses jaring pengaman gemilang berjumlah 5.000 UMKM,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Zulkieflimansyah melanjutkan, inovasi lainnya setelah jaring pengaman sosial selesai adalah dengan memberi insentif kepada industri pertanian. \u201cNTB ke depan untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan lebih berkualitas, kami memilih industrialisasi sebagai pilihan,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<div class=\"page-links\">Artikel selengkapnya bisa dibaca di tautan berikut ini:<\/div>\n<div><a href=\"https:\/\/www.jawapos.com\/ekonomi\/19\/11\/2021\/inovasi-produk-umkm-jadi-kunci-tingkatkan-ekonomi-pasca-pandemi\/\" rel=\"nofollow noopener\" target=\"_blank\">https:\/\/www.jawapos.com\/ekonomi\/19\/11\/2021\/inovasi-produk-umkm-jadi-kunci-tingkatkan-ekonomi-pasca-pandemi\/<\/a><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JawaPos.com \u2013 Perekonomin nasional yang berangsur membaik harus ditopang oleh upaya pemerintah daerah dalam memulihkan ekonomi daerahnya setelah dihantam pandemi Covid-19. Inovasi bagi pelaku usaha menjadi kunci dalam mempertahankan bisnisnya. Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah menjelaskan pihaknya tidak menyalurkan jaring pengaman sosial dalam bentuk bantuan tunai, namun dengan mengembangkan produk buatan lokal. Dalam hal ini, &#8230; <a title=\"[Jawapos] Inovasi Produk UMKM jadi Kunci Tingkatkan Ekonomi Pasca Pandemi\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/2021\/12\/jawapos-inovasi-produk-umkm-jadi-kunci-tingkatkan-ekonomi-pasca-pandemi\/\" aria-label=\"Read more about [Jawapos] Inovasi Produk UMKM jadi Kunci Tingkatkan Ekonomi Pasca Pandemi\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3043,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"iawp_total_views":6,"footnotes":""},"categories":[21],"tags":[17],"focus-area":[142],"class_list":["post-3032","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-liputan-media","tag-regional-development","focus-area-sektor-strategis-pembangunan-lokal","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","no-featured-image-padding"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3032","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3032"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3032\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52149,"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3032\/revisions\/52149"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3043"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3032"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3032"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3032"},{"taxonomy":"focus-area","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/focus-area?post=3032"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}