{"id":3535,"date":"2023-11-17T13:37:35","date_gmt":"2023-11-17T06:37:35","guid":{"rendered":"http:\/\/article33.or.id\/?post_type=berita&amp;p=3535"},"modified":"2023-11-17T13:37:35","modified_gmt":"2023-11-17T06:37:35","slug":"siaran-pers-the-indonesian-science-technology-innovation-sti-policy-lecture-series-iii-2023-transformasi-pendidikan-peran-platform-digital-dalam-peningkatan-kualitas-ekosistem-p","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/2023\/11\/siaran-pers-the-indonesian-science-technology-innovation-sti-policy-lecture-series-iii-2023-transformasi-pendidikan-peran-platform-digital-dalam-peningkatan-kualitas-ekosistem-p\/","title":{"rendered":"Press Release: The Indonesian Science Technology Innovation (STI) Policy Lecture Series III \u2013 2023 \u201cEducation Transformation: The Role of Digital Platforms in Improving the Quality of the Education Ecosystem\u201d"},"content":{"rendered":"<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"169\" src=\"https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/STIPL-Sesi-3-Article-33-Indonesia-dan-The-SMERU-Research-Institute-1-300x169.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-3536\" srcset=\"https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/STIPL-Sesi-3-Article-33-Indonesia-dan-The-SMERU-Research-Institute-1-300x169.png 300w, https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/STIPL-Sesi-3-Article-33-Indonesia-dan-The-SMERU-Research-Institute-1-1024x576.png 1024w, https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/STIPL-Sesi-3-Article-33-Indonesia-dan-The-SMERU-Research-Institute-1-768x432.png 768w, https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/STIPL-Sesi-3-Article-33-Indonesia-dan-The-SMERU-Research-Institute-1.png 1366w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><b><span data-contrast=\"auto\">Jakarta, 14 November 2023<\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\"> \u2014 Pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan di setiap jenjang. Pada saat yang sama, tantangan dalam menghadirkan teknologi digital dalam pendidikan juga perlu mendapat perhatian serius. Pemerintah dan pemangku kepentingan lain di bidang pendidikan memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran pemanfaatan teknologi untuk memperbaiki hasil pendidikan.&nbsp;<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:240}\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><span data-contrast=\"auto\">Article 33 Indonesia bersama The SMERU Research Institute (SMERU), di bawah naungan forum <\/span><b><span data-contrast=\"auto\">The Indonesian Science Technology Innovation Policy Lecture (STIPL) Series III 2023<\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\">, berkolaborasi dalam menyelenggarakan forum diskusi dengan tajuk <\/span><b><span data-contrast=\"auto\">\u201cTransformasi Pendidikan: Peran Platform Digital dalam Peningkatan Kualitas Ekosistem Pendidikan\u201d<\/span><\/b><span data-contrast=\"auto\"> untuk membahas strategi mengintegrasikan dan menyesuaikan teknologi dengan beragam kebutuhan pendidikan di berbagai konteks.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:240}\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><b><span data-contrast=\"auto\">Mengoptimalkan Teknologi untuk Mendukung Pembelajaran<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:240}\"><br><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><span data-contrast=\"auto\">Indonesia telah mengalami krisis pembelajaran (rendahnya kemampuan literasi dan numerasi siswa) selama bertahun-tahun. Hingga saat ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus berupaya mencari cara terbaik untuk mengatasi masalah ini agar anak-anak Indonesia mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Dalam pidato kuncinya, Dr. Iwan Syahril, Ph.D., Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek, mengatakan, \u201cKemendikbudristek berusaha mengatasi krisis pembelajaran melalui kebijakan Merdeka Belajar dengan memanfaatkan teknologi secara masif untuk mengakselerasi transformasi pendidikan.\u201d&nbsp;<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:240}\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><span data-contrast=\"auto\">Iwan menjelaskan, krisis pembelajaran hanya dapat diatasi melalui dukungan teknologi dalam sistem pendidikan. Oleh karena itu, Kemendikbudristek melakukan pendekatan yang berbeda dalam menggunakan teknologi untuk menciptakan program maupun kebijakan. Beberapa contoh pemanfaatan teknologi yang sudah dilakukan Kemendikbudristek adalah Rapor Pendidikan (platform yang menyediakan data laporan hasil evaluasi sistem pendidikan), SIPLah (sistem elektronik untuk pengadaan barang\/jasa oleh satuan pendidikan), dan Merdeka Mengajar (platform teknologi untuk memfasilitasi guru dan kepala sekolah dalam mengajar, belajar, dan berkarya). Pelajaran utama dari pemanfaatan teknologi dalam pendidikan adalah teknologi harus dapat membantu kepala sekolah dan guru dalam memperbaiki pembelajaran serta mengurangi beban administratif sekolah. Selain itu, pemanfaatan teknologi untuk daerah terpencil perlu disesuaikan dengan kondisi di wilayah tersebut dan disertai intervensi yang sesuai.&nbsp;<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:240}\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><b><span data-contrast=\"auto\">Manfaatkan Data untuk Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:240}\"><br><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><span data-contrast=\"auto\">Digitalisasi di Indonesia bisa dibilang berlangsung cukup pesat. Namun, menurut Prasetya Dwicahya, Penasihat Data Science Indonesia, meski pengguna internet di Indonesia cukup besar, hingga saat ini masih terjadi ketimpangan digital. Kondisi ini harus segera diatasi agar manfaat digitalisasi dapat dirasakan oleh semua kalangan, termasuk di daerah-daerah terpencil.&nbsp;<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:240}\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><span data-contrast=\"auto\">Prasetya juga menjelaskan bahwa pemanfaatan internet di Indonesia masih belum optimal karena sebagian besar masih digunakan untuk berkomunikasi atau memenuhi kebutuhan hiburan. Padahal, menurut Prasetya, kekuatan digitalisasi terbesar ada pada pengolahan data. Teknologi digital mampu mengolah dan membantu kepala sekolah guru, dan orang tua untuk membuat keputusan yang lebih baik berdasarkan data yang ada. Namun, hal itu perlu diikuti oleh budaya berbasis data (<\/span><i><span data-contrast=\"auto\">data-driven culture<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">). Artinya, pemangku kepentingan di bidang pendidikan harus dapat memanfaatkan data secara efektif dan menarik wawasan dari data yang sudah dikumpulkan. \u201cSelain pemanfaatan teknologi secara makro oleh Kemendikbud Ristek, pengembangan teknologi digital untuk mengukur kinerja siswa dapat memberikan banyak nilai tambah seperti digitalisasi organisasi di sektor-sektor lain,\u201d terang Prasetya.&nbsp;<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:240}\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><b><span data-contrast=\"auto\">Perlu Ada Perbaikan Holistik di Berbagai Lini dan Melibatkan Berbagai Unsur Pemangku Kepentingan<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:240}\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><span data-contrast=\"auto\">Peneliti Article 33 Indonesia, Nya&#8217; Zata Amani, mengatakan, agar transformasi pendidikan dapat sampai ke pengguna akhir, maka kata kuncinya adalah intervensi asimetris. \u201cTidak cukup hanya dengan membagi caranya antara <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">online<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> or <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">offline<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, tetapi cara advokasinya bisa jadi sangat berbeda-beda sehingga informasi benar-benar diterima oleh sasaran yang dituju,\u201d terang Nyanya\u2019.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:240}\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><span data-contrast=\"auto\">Untuk mewujudkan transformasi pendidikan, perlu ada perbaikan holistik di berbagai lini dan melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan. Lebih lanjut, Nyanya\u2019 menjelaskan, ada enam 6 tahapan perubahan transformasi pendidikan dengan pemanfaatan teknologi, yaitu <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">aware<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> (bagaimana pengguna menyadari keberadaan suatu platform teknologi), <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">adopt<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> (bagaimana pengguna mau mulai menggunakan platform teknologi), <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">understand<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> (bagaimana pengguna memahami fungsi dan manfaat dari platform teknologi), <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">behavior adaptation<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\"> (bagaimana muncul perubahan perilaku pengguna yang memanfaatkan platform teknologi secara bermakna), <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">positive impact<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">, And <\/span><i><span data-contrast=\"auto\">sustainable transformation<\/span><\/i><span data-contrast=\"auto\">. Pada akhirnya, aspek terpenting dari transformasi pendidikan yang melibatkan teknologi adalah bagaimana sumber daya yang digunakan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:0,&quot;335559737&quot;:0,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:240}\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><b><span data-contrast=\"auto\">Intervensi Pendidikan Berbasis Teknologi Bisa Berhasil dengan Dukungan Berbagai Pihak<\/span><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:240}\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><span data-contrast=\"auto\">Perkembangan pesat teknologi telah mendorong banyak pihak untuk memanfaatkan internet maupun produk-produk teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Namun, sebagian besar masih menghadapi tantangan berat yang perlu diatasi untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas dan merata.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:240}\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><span data-contrast=\"auto\">Peneliti SMERU, Risa Nihayah, mengatakan, belajar dari pelaksanaan sebuah program rintisan yang bernama MENGEJAR (Matematika Menyenangkan, Sesuai Jenjang dan Interaktif), intervensi pendidikan berbasis teknologi bisa berhasil bila disertai dengan dukungan oleh berbagai pihak. \u201cPemerintah dan para pemangku kepentingan lain memiliki peran penting yang menentukan keberhasilan intervensi pendidikan berbasis teknologi. Misalnya, komitmen dan dukungan yang kuat dari pemerintah (pusat dan daerah) maupun kepala sekolah agar implementasi program\/kebijakan berjalan efektif, pelibatan guru dalam merancang program, kesiapan infrastruktur pembelajaran, dan mengubah pola pikir guru dari mengajar untuk menuntaskan kurikulum menjadi pengajaran berdiferensiasi (sesuai tingkat kemampuan siswa),\u201d terang Risa.&nbsp;<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:240}\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><span data-contrast=\"auto\">Hal lain yang tak boleh luput dari perhatian dalam memanfaatkan teknologi, termasuk platform digital, untuk meningkatkan kualitas ekosistem pendidikan adalah aspek inklusivitas dan GEDSI (Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial). Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Lembaga SMERU, Heni Kurniasih, saat memberikan sambutan pembuka. \u201cTransformasi pendidikan harus inklusif dari sisi gender, bagi aktor-aktor dengan beragam kondisi, bagi daerah dengan keragaman infrastruktur maupun geografi, serta dalam aspek-aspek yang lain,\u201d ujar Heni.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:240}\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><b><span data-contrast=\"auto\">Untuk menonton siaran ulang kegiatan dapat disaksikan di kanal Youtube berikut: <\/span><\/b><a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=h2u6jZt4nW4\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">STIPL Seri 3 Article 33 Indonesia dan The SMERU Research Institute<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:60,&quot;335559739&quot;:60,&quot;335559740&quot;:259}\"><strong>Materi yang dipresentasikan dalam kegiatan dapat diakses melalui tautan berikut:<\/strong><br><a href=\"https:\/\/drive.google.com\/drive\/folders\/1Wmu-qqb77rGiiKrNMZoQxT3P7ZuGUMuR?usp=sharing\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Materi STIPL Seri 3 Article 33 Indonesia dan The SMERU Research Institute<\/a><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kontak:<\/strong><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:259}\"><strong>&nbsp;<\/strong><br><\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Sekretariat Article 33 Indonesia<br><a href=\"mailto:Sekretariat@article33.or.id\">Sekretariat@article33.or.id<\/a><br>+62 821-2375-9221<\/span><\/i><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nadya Jessica<span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:259}\"><br><\/span><i><span data-contrast=\"auto\">Analis Kebijakan KPPOD<\/span><\/i><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:259}\"><br><\/span><i><span data-contrast=\"auto\">082213300122<\/span><\/i><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:259}\"><br><\/span><a href=\"mailto:nadya@kppod.org\"><i><span data-contrast=\"none\">nadya@kppod.org<\/span><\/i><\/a><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:259}\"><br><\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:259}\"><em>Muhammad Harits Kamaaluddin<\/em><br>Staf Komunikasi Junior The SMERU Research Institute<br><a href=\"mailto:mkamaaluddin@smeru.or.id\">mkamaaluddin@smeru.or.id<\/a><br>087720492605<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><span data-contrast=\"auto\">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><b><i><span data-contrast=\"auto\">Tentang The Indonesian Science Technology Innovation Policy Lecture (STIPL)&nbsp;&nbsp;<\/span><\/i><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:257}\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><i><span data-contrast=\"auto\">The Indonesian Science Technology Innovation Policy Lecture (STIPL) adalah forum diskusi yang mempertemukan pemerintah, praktisi, peneliti, dan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya mendalami pemanfaatan teknologi digital serta mempromosikan diskusi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Forum ini diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan Article 33 Indonesia, Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Center for Innovation Policy and Governance (CIPG), Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), dan The SMERU Research Insitute (SMERU).<\/span><\/i><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:259}\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><b><i><span data-contrast=\"auto\">Tentang Article 33 Indonesia<\/span><\/i><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:259}\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><i><span data-contrast=\"auto\">Article 33 Indonesia adalah lembaga riset kebijakan yang berfokus pada isu pendidikan, perubahan iklim, ekonomi inklusif, dan disabilitas dalam rangka memastikan pembangunan berkelanjutan. Article 33 Indonesia hadir dengan tujuan melakukan perubahan dan perbaikan kebijakan yang inklusif melalui riset-riset berbasis bukti yang inklusif. Informasi lebih lanjut tentang Article 33 Indonesia dapat dilihat di <a href=\"https:\/\/article33.or.id\/id\/\">dev.article33.or.id\/<\/a>.<\/span><\/i><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><b><i><span data-contrast=\"auto\">Tentang The SMERU Research Institute (SMERU)<\/span><\/i><\/b><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:259}\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><i><span data-contrast=\"auto\">SMERU adalah lembaga independen yang melakukan penelitian dan kajian kebijakan publik. Sejak didirikan pada 2001, SMERU telah menjadi lembaga terdepan dalam melakukan kajian di bidang kemiskinan dan ketimpangan. SMERU secara aktif berupaya mendorong kebijakan promasyarakat miskin di tingkat nasional dan daerah melalui bukti berbasis hasil penelitian. Informasi lebih lanjut tentang SMERU dapat dilihat di <\/span><\/i><a href=\"http:\/\/www.smeru.or.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><i><span data-contrast=\"none\">www.smeru.or.id<\/span><\/i><\/a><i><span data-contrast=\"auto\">.<\/span><\/i><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:259}\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:259}\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559738&quot;:120,&quot;335559739&quot;:120,&quot;335559740&quot;:259}\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><span data-ccp-props=\"{&quot;201341983&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559740&quot;:259}\">&nbsp;<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 14 November 2023 \u2014 Pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan di setiap jenjang. Pada saat yang sama, tantangan dalam menghadirkan teknologi digital dalam pendidikan juga perlu mendapat perhatian serius. Pemerintah dan pemangku kepentingan lain di bidang pendidikan memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran pemanfaatan teknologi untuk memperbaiki hasil pendidikan.&nbsp;&nbsp; Article 33 &#8230; <a title=\"Press Release: The Indonesian Science Technology Innovation (STI) Policy Lecture Series III \u2013 2023 \u201cEducation Transformation: The Role of Digital Platforms in Improving the Quality of the Education Ecosystem\u201d\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/2023\/11\/siaran-pers-the-indonesian-science-technology-innovation-sti-policy-lecture-series-iii-2023-transformasi-pendidikan-peran-platform-digital-dalam-peningkatan-kualitas-ekosistem-p\/\" aria-label=\"Read more about Siaran Pers: The Indonesian Science Technology Innovation (STI) Policy Lecture Series III \u2013 2023 \u201cTransformasi Pendidikan: Peran Platform Digital dalam Peningkatan Kualitas Ekosistem Pendidikan\u201d\">Read more<\/a><\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":4616,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[23,63],"focus-area":[],"class_list":["post-3535","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-event","tag-education-2","tag-the-indonesian-science-technology-innovation-policy-lecture","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-50","no-featured-image-padding"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3535","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3535"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3535\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4616"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3535"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3535"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3535"},{"taxonomy":"focus-area","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/focus-area?post=3535"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}