{"id":9182,"date":"2026-03-05T11:51:42","date_gmt":"2026-03-05T04:51:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.article33.or.id\/?p=9182"},"modified":"2026-03-05T11:51:49","modified_gmt":"2026-03-05T04:51:49","slug":"siaran-pers-diskusi-publik-wacana-nasionalisasi-tambang-apakah-menjamin-kemakmuran-rakyat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/2026\/03\/siaran-pers-diskusi-publik-wacana-nasionalisasi-tambang-apakah-menjamin-kemakmuran-rakyat\/","title":{"rendered":"[Siaran Pers] Diskusi Publik: \u201cWacana Nasionalisasi Tambang: Apakah Menjamin Kemakmuran Rakyat?\u201d"},"content":{"rendered":"<p><em>Wacana Nasionalisasi Tambang: Pemulihan atau Pengambilalihan?<\/em><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"511\" data-id=\"9187\" src=\"https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/image-2-1024x511.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-9187\" srcset=\"https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/image-2-1024x511.png 1024w, https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/image-2-300x150.png 300w, https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/image-2-768x384.png 768w, https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/image-2-1536x767.png 1536w, https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/image-2-18x9.png 18w, https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/image-2.png 1906w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1303\" height=\"868\" src=\"https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Screenshot-2026-03-04-154147-edited.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-9188\" srcset=\"https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Screenshot-2026-03-04-154147-edited.png 1303w, https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Screenshot-2026-03-04-154147-edited-300x200.png 300w, https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Screenshot-2026-03-04-154147-edited-1024x682.png 1024w, https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Screenshot-2026-03-04-154147-edited-768x512.png 768w, https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Screenshot-2026-03-04-154147-edited-18x12.png 18w\" sizes=\"(max-width: 1303px) 100vw, 1303px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"288\" src=\"https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Screenshot-2026-03-04-151515-1024x288.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-9185\" srcset=\"https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Screenshot-2026-03-04-151515-1024x288.png 1024w, https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Screenshot-2026-03-04-151515-300x84.png 300w, https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Screenshot-2026-03-04-151515-768x216.png 768w, https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Screenshot-2026-03-04-151515-1536x432.png 1536w, https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Screenshot-2026-03-04-151515-18x5.png 18w, https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/Screenshot-2026-03-04-151515.png 1912w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"gb-text gb-text-04804f04\"><strong>Jakarta, 4 Maret 2026<\/strong> \u2013 Diskusi publik bertajuk \u201cWacana Nasionalisasi Tambang: Apakah Menjamin Kemakmuran Rakyat?\u201d diselenggarakan untuk membedah secara kritis arah kebijakan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia, khususnya dalam konteks pengambilalihan tambang oleh negara. Diskusi ini menghadirkan akademisi dan perwakilan organisasi masyarakat sipil untuk mengulas implikasi kebijakan <em>state-led<\/em> terhadap tata kelola sektor ekstraktif.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"gb-text gb-text-6551f85b\">Dalam beberapa tahun terakhir, tren penguatan peran negara dalam pengelolaan sumber daya alam kembali mengemuka. Wacana pengambilalihan Tambang Martabe menjadi salah satu isu strategis yang memantik perdebatan, baik dari sisi konstitusionalitas, desain kelembagaan, hingga konsekuensi hukum dan perdagangan internasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"gb-text gb-text-571ca945\">Aryanto Nugroho, Koordinator Nasional Publish What You Pay (PWYP) Indonesia, menyoroti pentingnya memastikan bahwa setiap langkah pengambilalihan tidak hanya diposisikan sebagai simbol kedaulatan negara, tetapi juga menjamin tata kelola yang transparan dan akuntabel.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cSektor pertambangan ini masih menjadi sebuah problem tata kelola, bukan soal siapa yang menjadi pengelola, baik swasta maupun negara, belum konsisten menerapkan standar tata kelola. Kemudian, pencabutan izin PT Agincourt Resources (PTAR) dan pengambilalihan oleh BUMN tidak menjawab masalah kerusakan lingkungan,\u201d ujar Aryanto.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"gb-text gb-text-ef9514bc\">Aryanto Nugroho juga menyoroti bahwa isu pengambilalihan Tambang Martabe ini paling penting difokuskan pada pemulihan lingkungan dan pengembalian menjadi kawasan lingkungan hidup, jika memang terjadi pelanggaran atau perusakan lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"gb-text gb-text-dacb7b0d\">Sementara itu, Giri Ahmad Taufik, Akademisi dan Associate Article 33 Indonesia, mengulas pengambilalihan dalam kerangka Pasal 33 UUD 1945 serta konsep kelembagaan yang ideal untuk memastikan penguasaan negara benar-benar ditujukan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cBUMN dalam <em>State-Led<\/em> memiliki peran terbatas, yaitu tidak masuk ke wilayah-wilayah yang dipegang oleh swasta,\u201d jelas Giri.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"gb-text\">Dari perspektif perdagangan dan hukum internasional, Rachmi Hertanti dari Transnational Institute mengingatkan bahwa kebijakan <em>state-led<\/em> tidak dapat dilepaskan dari rezim perjanjian investasi dan perdagangan global yang mengikat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p>\u201cDalam kasus PT Agincourt Resources (PTAR) ini berpotensi untuk gugatan <em>Investor to State Dispute Settlement<\/em> (ISDS) dikarenakan pengambilalihan atau nasionalisasi baik secara langsung ataupun tidak langsung itu tidak diperbolehkan di arbitrase internasional. Namun, harus dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan umum dan tidak diskriminatif,\u201d kata Rachmi.<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"gb-text\">Dalam konteks pengambilalihan PTAR, Rachmi menyepakati pernyataan dari Aryanto, bahwa jika pelanggaran lingkungan terbukti, maka fokus utama tetap kepada penegakan sanksi dan upaya pemulihan lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Diskusi yang dimoderatori oleh Chitra Retna ini juga membuka ruang tanya jawab interaktif bersama peserta untuk menggali lebih dalam konsekuensi ekonomi-politik, tata kelola, serta desain kebijakan alternatif yang dapat ditempuh pemerintah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"gb-text\">Melalui forum ini, para pembicara menekankan bahwa penguatan peran negara dalam sektor ekstraktif harus disertai dengan pembenahan tata kelola, kejelasan mandat kelembagaan, serta mekanisme pengawasan publik yang kuat. Tanpa itu, pengambilalihan berisiko hanya menjadi perubahan aktor tanpa perubahan paradigma.<\/p>\n\n\n\n<p>Diskusi publik ini diharapkan dapat memperkaya perdebatan kebijakan sekaligus mendorong lahirnya desain tata kelola sumber daya alam yang lebih demokratis, transparan, dan berpihak pada kepentingan publik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"gb-text\"><strong>Tautan Video YouTube:<\/strong><br>Link tayangan ulang di <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/live\/HC0Nc7jZh88?si=qa95QhIzvc4zUdsG\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sini<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"gb-text\"><strong>Narahubung:<\/strong><br>Tim Komunikasi dan Manajemen Pengetahuan Article 33 Indonesia<br>+62 821-2375-9221<br>comms@article33.or.id<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wacana Nasionalisasi Tambang: Pemulihan atau Pengambilalihan? Jakarta, 4 Maret 2026 \u2013 Diskusi publik bertajuk \u201cWacana Nasionalisasi Tambang: Apakah Menjamin Kemakmuran Rakyat?\u201d diselenggarakan untuk membedah secara kritis arah kebijakan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia, khususnya dalam konteks pengambilalihan tambang oleh negara. Diskusi ini menghadirkan akademisi dan perwakilan organisasi masyarakat sipil untuk mengulas implikasi kebijakan state-led &#8230; <a title=\"[Siaran Pers] Diskusi Publik: \u201cWacana Nasionalisasi Tambang: Apakah Menjamin Kemakmuran Rakyat?\u201d\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/2026\/03\/siaran-pers-diskusi-publik-wacana-nasionalisasi-tambang-apakah-menjamin-kemakmuran-rakyat\/\" aria-label=\"Read more about [Siaran Pers] Diskusi Publik: \u201cWacana Nasionalisasi Tambang: Apakah Menjamin Kemakmuran Rakyat?\u201d\">Baca lagi<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":9187,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[105],"class_list":["post-9182","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-siaran-pers","tag-natural-resource-and-climate-change","masonry-post","generate-columns","tablet-grid-50","mobile-grid-100","grid-parent","grid-33"],"acf":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.article33.or.id\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/image-2.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9182","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9182"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9182\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9189,"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9182\/revisions\/9189"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9187"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9182"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9182"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.article33.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9182"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}