Sumber daya ekstraktif, seperti minyak, gas bumi, mineral, dan batu bara masih menjadi ladang subur para pemburu rente.

Menurut penelitian Article 33 Indonesia, dalam 10 tahun terakhir, ada selisih 9-14 persen untuk volume ekspor batu bara Indonesia. Selisih itu mencapai 432 juta ton dengan perkiraan nilai Rp 10,9 triliun-Rp 23,7 triliun. Nilai itu adalah selisih angka yang tidak tercatat sebagai potensi penerimaan negara bukan pajak. Kemana dana-dana itu? Gelap.

share:

Tags

Dokumen

Pelaku dan Kelembagaan dalam…

Keunggulan batu bara Indonesia antara lain kadar belerang…

Dari Kantong Kiri ke Kantong…

Penentuan harga komoditas sumber daya alam mempengaruhi…

Yang Dihindari dan yang Dikejar:…

Pengutamaan Pemasokan Batu Bara untuk Kepentingan Dalam…

Curang di Emas Hitam: Pola-pola…

Perdagangan batu bara di Indonesia bukanlah hal yang sederhana.…

Mengobral Modal Dasar? Produksi…

Pertumbuhan produksi dan peredaran batu bara global didorong…