[KOMPAS] Jangan Abaikan Tata Kelola

[KOMPAS] Jangan Abaikan Tata Kelola

  • Tags :

Pemerintah menambah kuota ekspor batubara 100 juta ton tahun ini untuk menambah devisa. Namun, masih ada beberapa masalah tata kelola pertambangan khususnya batubara. JAKARTA, KOMPAS - Kebijakan pemerintah membuka kuota ekspor batubara tambahan sebanyak 100 juta ton tahun ini mendapat sorotan sejumlah pihak. Kebijakan itu hendaknya tetap memperhatikan ...

Selanjutnya

[Koran Tempo] Penyelundupan Batu Bara Berisiko Makin Marak

[Koran Tempo] Penyelundupan Batu Bara Berisiko Makin Marak

Didorong kenaikan harga dan penambahan kuota.JAKARTA - Peneliti sektor ekstraktif dari organisasi masyarakat sipil Article 33 Indonesia, Ermy Sri Ardhyanti, mendesak pemerintah memperbaiki tata kelola penambangan dan tata niaga batu bara sebelum menaikkan kuota produksi. Dia khawatir penambahan kuota produksi batu bara akan diikuti meningkatnya penambangan ...

Selanjutnya

[KOMPAS] Ruang Gelap

[KOMPAS] Ruang Gelap

  • Tags :

Sumber daya ekstraktif, seperti minyak, gas bumi, mineral, dan batu bara masih menjadi ladang subur para pemburu rente. Menurut penelitian Article 33 Indonesia, dalam 10 tahun terakhir, ada selisih 9-14 persen untuk volume ekspor batu bara Indonesia. Selisih itu mencapai 432 juta ton dengan perkiraan nilai Rp 10,9 triliun-Rp 23,7 triliun. Nilai itu ...

Selanjutnya

[KataData] Aliran Uang Haram Sektor Tambang Indonesia Diduga Mencapai Rp 23,89 T

[KataData] Aliran Uang Haram Sektor Tambang Indonesia Diduga Mencapai Rp 23,89 T

  • Tags :

  Uang haram itu diperoleh dari pencucian uang, dan transaksi ilegal lintas negara. Publish What You Pay (PWYP) mengungkap dugaan adanya aliran uang haram sektor tambang yang terdiri dari minyak dan gas bumi (migas), mineral dan batu bara di Indonesia. Bahkan laporan itu menyebutkan nilai uang haram tahun 2014 mencapai Rp 23,89 triliun. Jika ...

Selanjutnya

[Menuju IDF 2018] Article 33: Biaya Kesehatan Masyarakat Sekitar Tambang Lebih Tinggi

[Menuju IDF 2018] Article 33: Biaya Kesehatan Masyarakat Sekitar Tambang Lebih Tinggi

  • Tags :

Tangan Halimah berulang kali mengeruk pasir dalam Sungai Sungumai yang dalam airnya hanya sejengkal tangan. Dia membuat cekungan agar gayung mandi bisa mengambil air tanpa tercampur pasir. Sudah puluhan tahun, Halimah dan warga Rangkiling Bakti lainnya mandi dan mencuci pakaian di sungai. “Dulu air jernih, sekarang jadi keruh,” ujar Halimah ...

Selanjutnya

Industri Ekstraktif, Perubahan Iklim, dan Tata Kelola Sumber Daya Alam  

Article 33 mendalami isu tata kelola sepanjang rantai nilai sektor ekstraktif pertambangan, kehutanan, perikanan, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, untuk memastikan pembangunan berkelanjutan. 

- Riset yang dikembangkan:

  • Pemetaan regulasi, mekanisme perizinan, aliran penerimaan, dan informasi publik sektor pertambangan, kehutanan, dan perikanan
  • Manajemen penggunaan Dana Bagi Hasil sektor kehutanan, pertambangan, dan perikanan
  • Pembiayaan perubahan iklim, desentralisasi, dan pembiayaan pembangunan rendah karbon di daerah
  • Kompensasi jasa lingkungan, pembagian manfaat, dan insentif konservasi di sektor publik untuk pembangunan berkelanjutan
  • Tanggung jawab sosial perusahaan sektor ekstraktif.

 - Sasaran perubahan kebijakan:

  • Kebijakan transparansi pendapatan, struktur kelembagaan, dan tata kelola sektor ekstraktif
  • Kebijakan partisipasi masyarakat dalam keputusan dan proses ekstraksi SDA
  • Kebijakan DBH SDA – formulasi, kesenjangan fiskal, transparansi, aturan penggunaan
  • Kebijakan implementasi dan social robustness dari instrumen REDD+, PES dan EFT

 - Gerakan yang didukung:

  • Prakarsa transparansi industri ekstraktif di daerah
  • Praktik penggunaan pendapatan sektor ekstraktif untuk pelayanan dasar (earmarking)
  • Praktik PES dan EFT di dan antardaerah 

Tema

Galeri Media