Memimpikan masa depan Kalimantan Timur melalui cerita dan harapan orang mudanya.
Bisa tampak kecil, tapi menyimpan nyala di dalamnya, seperti bara. Seperti itu pula beberapa orang muda yang kami temui di Samarinda. 20 orang muda dari Kalimantan Timur saling bertemu dan saling mendengar.
Satu per satu menulis harapan untuk Kalimantan Timur di masa depan.
“Semoga nanti kalau kita lihat sungai, yang kita lihat bukan cuma tongkang, tapi juga hewan endemik yang memang seharusnya hidup di sana.”
“Semoga hutan Kaltim kembali sehijau yang kita lihat di buku atlas waktu kecil.”
Ada yang harapnya sederhana. Ada yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ada pula yang terdengar seperti mimpi. Dan semuanya mengarah pada satu hal yang sama: keinginan untuk tetap memiliki masa depan di tempat yang disebut “rumah”.
Kalimantan Timur Bukan Hanya tentang Batu Bara
Bagi mereka yang tumbuh di Kaltim, cerita tentang daerah ini jauh lebih panjang dari cerita tentang batu bara. Ada hutan, sungai, laut, kebun, kampung, dan ruang hidup yang sejak lama menjadi bagian dari keseharian mereka. Mereka yang akan hidup lebih lama, yang tidak takut berisik. Yang ingin didengar, bukan hanya diundang. Yang ingin terus dilibatkan.
Semoga dengan mendengar mereka, masa depan yang seperti mimpi itu dapat diperjuangkan. Sebab, semuanya bermula dari sesuatu yang tampak tidak mungkin. Dan mungkin, suara-suara dari mereka itulah baranya.
Selamat memperingati hari orang muda sedunia!
Selamat bagi kita yang merayakan muda.
Teruslah hidup ‘tuk menghidupkan hidup-hidup yang lainnya!
Ditulis oleh: Tim Komunikasi dan Manajemen Pengetahuan Article 33 Indonesia






